Masukkan Code ini K1-416674-5
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com
CO.CC:Free Domain
View My Stats

Y@SA.KOMPUTER

Loading...

Senin, 16 November 2009





KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur kita panjatkan kehadrat Illahi Robbi, karena atas limpahan nikmat-Nya kami bisa menyelesaikan laporan penelitian ini. Shalawat beserta salam semoga terlimpah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW.
Dalam penyusunan laporan ini, kami mendapatkan pengetahuan sekaligus ilmu tentang bagaimana sejarah objek wisata Situ Gede yang berada di kampung Maniis Rt/Rw. 04/05 Desa Linggajaya Kecamatan Mangkubumi. Oleh karena itu, kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang turut serta dalam penyusunan penelitian ini.
Semoga Allah membalas semua kebaikan rekan-rekan dengan balasan yang berlipat ganda. Amiin.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan penelitian ini kami banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik membangun dari rekan-rekan untuk kelangsungan hidup objek wisata Situ Gede kedepannya.

Tasikmalaya, November 2009

Penyusun,


DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Dasar Pemikiran
BAB II ANALISIS TEORITIS TENTANG OBJEK WISATA SITU GEDE
A. Dampak Positif dari Situ Gede
B. Dampak Negatif dari Situ Gede
C. Gambaran Unsur Lokasi Situ Gede
BAB III ANALISIS TENTANG OBJEK WISATA SITU GEDE
A. Pengaruh Situ Gede Terhadap Masyarakat
B. Pendapat Masyarakat Terhadap Daerah Situ Gede
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
DOKUMENTASI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dilihat dari sumber ddaya airnya situ bisa dikategorikan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia salah satunya untuk pemerintah Tasikmalaya. Situ juga disebut sumber daya air karena air yang dialirkan berasal dari tanah. Seperti situ-situ yang berada di Tasikmalaya, misalnya situ Malimping, Situ Sanghiang dan termasuk Situ Gede sendiri.
Untuk situ-situ di Indonesia agar tidak ada kerusakan bisa ditanggulangi dengan cara mengadakan penghijauan di sekitar kawasan yang diperkirakan sebagai daerah tangkapan hujan dan daerah resapan air. Jika tidak diimbangi dengan usaha pelestarian, maka keterdapatan air untuk situ-situ akan semakin berkurang.
Untuk mengembangkan antara air untuk situ-situ dan untuk lahan-lahan resepan air agar situ tidak cepat kering pada musim kemarau, terdapat upaya-upaya yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Membuat konsentrasi air limpasan pada waktu hujan, sebab jika tidak ditampung maka air hujan akan terbuang percuma ke sungai, juga akan menambah luapan air sungai, tempat konsentrasi ini dapat berbentuk bendungan/ bangunan lainnya agar situ-situ di Indonesia khususnya di Tasikmalaya akan menjadi lebih baik dari sebelumnya.
2. Memperluas areal lahan terbuka hujan. Pemerintah kota dengan dinas mengharuskan memperluas area terbuka hujan agar resapan air bisa meresap ke dalam tanah, agar air tersebut secara cepat meresap ke tanah/lahan tersebut. Sehingga air tersebut bisa mengalir ke situ-situ pada musim kemarau tiba.

B. Perumusan Masalah
1. Bagaimana dampak positif pengairan situ gede agar tetap mengalir?
2. Bagaimana dampak negatif situ gede agar banyak pengunjung?

C. Tujuan Penelitian
1. Pengairan Situ Gede tetap mengalir yaitu dengan cara membuat air limpasan di saat musim hujan datang sehingga air limpasan tersebut akan mengalir ke situ sendiri.
2. Yaitu dengan diperbanyak fasilitas-fasilitas yang memadai untuk pengunjung.

D. Dasar Pemikiran
1. Latar belakang Situ Gede (kondisi dulu)
Menurut cerita dahulu di Sukapura, yang sekarang terkenal dengan nama sukaraja berdiri sebuah Tumenggung yang bernama Ngkrawati dua yang kekasihnya Nyi Ratu Sekarembong,, sedangkan yang satu lagi yaitu Nyi Ratu Kondang Kopa. Diceritakannya pramesuri Prabudilaya sama-sama benci didua oleh prabudilaya, yang akhirnya mereka sepakat untuk membunuh kanjeng Prabudilaya. Ketentuan kerjasamanya didukung oleh hati mereka masing-masing, lalu merekapun membunuh Prabudilaya kemudian diputuskannya mayat tersebut dan dikuburkan di luar kraton (sukapura). Sesudah itu mereka mendapatkan jalan bahwa dikuburkannya di kraton yang letaknya sebelah selatan Utara di Sukapura.
Malam itu juga mayat tersebut dipikul memakai bambu yang diikat seperti rakit, berangkatnya tidak melalui jalan melainkan melalui jalan semacam hutan yang masih angker dan melalui beberapa jalan, maka tibalah di tempat yang mereka tuju yaitu tempatnya di Situ Gede dan dikuburkannya Prabudilaya di tengah-tengah pulau Situ Gede.
2. Kondisi sekarang
Daerah Situ Gede sekarang telah dijadikan objek wisata dan sekarang Stu Gede mengalami kemajuan yang pesat diantaranya:
a. Jalan-jalan yang telah disediakan di situ gede, warung dan lain-lain.
b. Disediakannya fasilitas-fasilitas seperti joging trike.
Karena dengan kemajuan situ gede akan berdampak bagi kehidupan masyarakat di lingkungan situ gede.
3. Untuk yang akan datang
Situ gede banyak pengunjung, maka akan berdampak bagi ekonomi masyarakat di sana dan akan berdampak bagi situ gede tersebut, karena ingin lebih tahu bahwa di daerah tersebut ada sebuah pariwisata.
Tatanan lingkungannya harus ditingkatkan lagi yang diantaranya ada reboisasi/ penghijauan kembali pengaruh air yang sedang surut harus lebih dilihat karena jika terjadi musim kemarau yang panjang akan mengurangi pasokan air yang kurang dan berdampak pada masyarakat di sana.

E. Hipotesis
Adalah menyimak dari apa yang disampaikan mengenai sejarah tersebut maka kami menyimpulkan:
1. Semakin baik kondisi air maka semakin bagus pengaruhnya untuk situ gede dan situ gede akan lebih banyak pengunjung.
2. Semakin buruk pengairan situ gede maka semakin menurun debit air yang akan dihasilkan oelh situ gede dan akan berdampak negatif untuk kelangsungan situ gede sendiri.

BAB II
ANALISIS TEORITIS TENTANG OBJEK WISATA SITU GEDE

A. Dampak Positif dari Situ Gede
Orang yang berada di lingkungan situ gede dapat melakukan pekerjaan di daerah situ gede dan tidak terlalu jauh keluar area Situ Gede. Seperti: nelayan, mendirikan warung-warung dan lain-lain.

B. Dampak negatif dari Situ Gede
1. Produksi air ketika sedang kemarau surut.
2. Jalan-jalan rusak yang mengakibatkan aurs lalu lintas terhambat, karena jalan tersebut sangatlah tidak layak untuk dilintasi.

C. Gambaran Unsur Lokasi Penelitian
Situ Gede berada di daerah Linggajaya Kecamatan Mangkubumi Rt/Rw. 04/05 Desa Mangkubumi. Pada zaman dulu situ gede dibuat oleh Belanda dan dulu Situ Gede berfungsi sebagai irigasi untuk sawah dan ladang. Sebelum Situ gede dijadikan sebagai tempat pariwisata, situ gede adalah rawa yang dalam bahasa Sunda sering disebut “embel” semacam tanah atau lumpur hidup yang berada di darat, sehingga dibuatlah oleh Belanda menjadi sebuah Situ yang dulunya oleh Belanda menjadi pengairan persawahan dan lain-lain, tetapi sekarang Situ Gede dijadikan sebagai pariwisata.

BAB III
ANALISIS TENTANG OBJEK WISATA SITU GEDE

A. Pengaruh Situ Gede Terhadap Masyarakat
Pengaruh situ gede terhadap masyarakat adalah masyarakat di sekitar Situ Gede tidak perlu keluar daerah lain untuk bekerja atau mencari pekerjaan, karena masyarakat Situ Gede sangat dominan menjadi nelayan, karena keseharian warga di sana adalah sebagian nelayan.
Adapun pengaruh buruk bagi warga Situ Gede yaitu warga harus jeli untuk menjaga keamanan dan ketentraman karena Situ Gede banyak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi terutama oleh anak-anak sekolah, karena dengan kemajuan Situ Gede akan berdampak pada masyarakat skeitar sehingga situ gede bisa diminati oleh banyak pengunjung.

B. Pendapat Masyarakat Terhadap Daerah Situ Gede
Warga di sekitar berpendapat bahwa dengan adanya situ gede warga merasa bangga dan merasa sangat tertolong dengan hasil perikanannya.
Warga tidak perlu keluar daerah situ gede untuk mencari nafkah, dan warga di sana berharap untuk kelangsungan Situ Gede kedepan, karena Situ Gede merupakan sumber kehidupan bagi warga di sana.

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Pada dasarnya pemerintah perlu memikirkan bagaimana khususnya dinas pariwisata yang ada di kota Tasikmalaya untuk lebih meningkatkan daya tariknya.
2. Pemerintah harus memperhatikan debit air supaya tidak berkurang apabila musim kemarau datang.

B. Saran
1. Untuk Kepala Sekolah
Tolong diusahakan dalam 3 atau 6 bulan sekali disarankan agar setiap liburan untuk mengunjungi Situ Gede. Usahakan sebisa mungkin agar tidak terlalu jauh mencari lokasi untuk melakukan refresing trainning jika di daerah kita masih ada pariwisata Situ Gede.
2. Untuk Guru Bidang Studi
Harus bisa mengajak anak didiknya untuk bisa melestarikan pariwisata khususnya di daerah Tasikmalaya, agar Tasikmalaya bisa dikenal dengan daerah pariwisatanya.
3. Untuk Teman-teman
Jangan melupakan pariwisata kita karena dengan mengunjungi atau melestarikan maka kita selaku anak Indonesia harus bangga karena di kota kita masih ada tempat-tempat untuk berekreasi.
DAFTAR PUSTAKA

Soemarwoto, Otto, 1991. Ekologi Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

DOKUMENTASI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar